Wednesday, July 19, 2023

Puasa Menurut Bahasa Artinya Adalah Menahan Diri

 Buat kita yang udah pernah denger tentang puasa, pasti nggak asing lagi dengan kata "shaum". Tapi, apa sih arti sebenarnya dari puasa menurut bahasa dan istilah? Yuk, kita bahas biar lebih paham dan jelas tentang pengertian puasa!

Puasa Menurut Bahasa Artinya

Puasa Menurut Bahasa Artinya Adalah

Puasa Menurut Bahasa Artinya Adalah Menahan Diri


Jadi, puasa menurut bahasa artinya adalah al imsak. Imsak ini maksudnya "menahan diri" dari segala hal. Iya, betul banget! Saat kita berpuasa, kita menahan diri dari beberapa hal secara mutlak, seperti makanan dan minuman, obrolan nggak penting, dan juga perbuatan. Intinya menahan diri.

 

Nah, kalau dari segi istilah syara' atau hukum Islam, pengertian puasa lebih spesifik lagi. Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampe matahari terbenam. Jadi, waktunya sepanjang hari; dari pagi sampe sore.

 

Jelas banget, dong, kalau puasa adalah salah satu ibadah wajib buat umat Islam. Nggak cuma orang khusus yang harus berpuasa, tapi semua umat Muslim wajib ikutan, baik yang baru belajar puasa atau yang udah mahir puasa.

 

Btw, puasa itu juga punya aturannya sendiri. Puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban yang paling dikenal. Perintah melakukan puasa ini dimulai dari bulan Sya'ban tahun kedua Hijriah. Jadi, udah lama banget ibadah puasa ini ada dan jadi rukun penting dalam agama Islam.

Dalil kewajiban puasa pada bulan Ramadhan terdapat pada surah al Baqarah. Tepatnya ayat kutiba alaikumus shiyam, artinya diwajibkan atas kamu berpuasa (Qs. al Baqarah ayat 183).

 

Kalau udah waktunya Ramadan, kita semua, mulai dari yang awam sampe yang udah pinter agama, wajib melaksanakan ibadah puasa ini. Tapi jangan khawatir, ada juga lho puasa-puasa sunnah yang bisa kita lakukan selain puasa Ramadan. Misalnya, puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, atau puasa Syawal. Nggak diwajibkan sih, tapi lumayan banget buat tambah pahala dan mendekatkan diri sama Allah.

 

Selama berpuasa, kita mesti hati-hati dan jangan sampai nggak sengaja membatalkannya. Nggak boleh makan, minum, ngomongin hal nggak penting, apalagi sampe sengaja melakukan perbuatan yang membatalkan puasa. Kalau sampai puasa kita batal, artinya kita harus ganti puasa di lain waktu. Jadi, selain nahan lapar dan haus, juga mesti nahan diri dari hal-hal yang bisa bikin puasa batal.

 

Eits, tapi jangan takut! Allah nggak buru-buru menghukum kita kok kalau puasa kita batal. Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kita tetap bisa memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah lainnya.

 

Jadi, intinya, puasa itu adalah bentuk ibadah wajib dalam agama Islam yang berarti menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan puasa, mulai dari fajar hingga terbenam matahari. Puasa bukan cuma soal nggak makan dan minum, tapi juga soal menjaga diri dari perbuatan yang nggak baik dan memperkuat ketaqwaan kepada Allah.

 

Nah, itu dia pengertian puasa menurut bahasa dan istilah yang seru banget! Jadi, buat kita umat Muslim, puasa itu adalah momen yang istimewa untuk mendekatkan diri sama Allah, merenungkan nikmat-Nya, dan membersihkan hati dari dosa-dosa. Semoga kita selalu bisa melaksanakan puasa dengan penuh kebahagiaan dan semangat yang menyala-nyala! Selamat berpuasa, teman-teman!

Monday, July 3, 2023

Makna Surat Yasin Ayat 40 Tentang Cinta Dua Anak Manusia

Makna surat Yasin ayat 40 tentang cinta adalah cerminan indah dari perasaan yang begitu mendalam dan suci. Aku dan kamu, dua makhluk yang saling mencintai, tetapi seperti matahari dan bulan, terkadang dipisahkan oleh takdir.

Makna Surat Yasin Ayat 40 Tentang Cinta
Makna Surat Yasin Ayat 40 Tentang Cinta
Namun, aku dan kamu bagaikan surat Yasin ayat 40 meskipun cinta tidak dapat bersatu secara fisik, kita merasakan kehadirannya dalam setiap detik kehidupan kita.

Cinta kita seperti sinar matahari yang menerangi hati dan jiwa. Meskipun terkadang terhalang oleh awan-awan kehidupan, kehangatan dan cahayanya tetap ada dalam benak dan perasaan kita. Seperti bulan yang bersinar di langit malam, cinta kita juga bersinar dalam kegelapan, memberi harapan dan ketenangan.

 

Biarlah takdir memisahkan kita secara fisik, karena cinta sejati tidak hanya terbatas oleh ruang dan waktu. Cinta kita melampaui batas-batas materi dan mengalir dalam getaran energi yang abadi. Meskipun terpisah oleh jarak, cinta kita menyatu dalam relung-relung hati, saling terikat dalam ruang batin yang tak terukur.

 

Seperti ayat suci dalam kitab suci, makna surat Yasin ayat 40 tentang cinta kita menyirami dan memberi makna bagi kehidupan kita. Ia menjadi inspirasi yang menghidupkan setiap langkah dan tindakan kita. Dalam setiap doa yang kuhaturkan, nama kita selalu terucap bersama-sama, bersatu dalam doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus.

 

Kehadiranmu, walaupun terasa di jauh sana, membuatku merasakan kedekatan dan kebersamaan. Setiap detik, aku merenungkan tentangmu, membayangkan senyuman indahmu, dan merindukan pelukan hangatmu. Dalam hatiku, kau ada di sana, menciptakan harmoni dalam setiap detak jantung.

 

Cinta ini bukanlah kehendak kita semata, tetapi suatu anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Seiring dengan arus waktu, mungkin takdir akan berbelok dan kita akan bersatu dalam ikatan suci yang abadi. Sampai saat itu tiba, biarlah cinta kita tetap tumbuh dan berkembang, mengajarkan kita tentang kesabaran, ketabahan, dan ketulusan.

 

Dalam keheningan malam, ketika bintang-bintang bersinar di langit, kita berdua terhubung melalui rindu yang mengalir dalam bait-bait puisi cinta. Setiap kata mencerminkan betapa besar dan dalamnya perasaan yang kita miliki satu sama lain. Kita adalah dua jiwa yang berpisah secara fisik, tetapi menyatu dalam harmoni spiritual yang mengikat kita bersama.

 

Begitu makna surat Yasin ayat 40 tentang cinta ini membawa kita pada pengertian bahwa cinta sejati tak pernah mati, bahkan jika terpisahkan oleh dunia ini. Hanya dalam kesetiaan dan keyakinan yang kuat kita akan tetap terikat, menunggu waktu yang tepat untuk bersatu kembali. Dalam cinta ini, kita menemukan keabadian, karena cinta takkan pernah pudar, dan cinta kita akan abadi seiring berjalannya waktu.

Aku dan Kamu Bagaikan Surat Yasin Ayat 40

aku dan kamu bagaikan surat Yasin ayat 40


Jika diibaratkan, aku dan kamu bagaikan surat Yasin ayat 40. Seperti yang terdapat dalam ayat tersebut, kita mungkin diibaratkan sebagai dua makhluk yang tidak dapat bersatu atau bersama-sama. Seperti matahari dan bulan yang beredar pada jalur masing-masing, atau malam dan siang yang memiliki waktu yang telah ditentukan.

Dalam kehidupan ini, seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang sepertinya tak sejalan dengan kita. Mungkin ada perbedaan dalam karakter, pandangan hidup, atau nilai-nilai yang diyakini. Namun, perbedaan itu tidak selalu menghalangi hubungan atau persahabatan. Meskipun matahari dan bulan tidak pernah bersama di langit, mereka tetap memberikan manfaat dan keindahan bagi bumi.

 Aku dan Kamu Bagaikan Surat Yasin Ayat 40, Mungkin belum berjodoh

Demikian juga dengan kamu dan aku bagaikan surat Yasin 40, mungkin ada ketidakmungkinan atau perbedaan yang sulit diatasi. Namun, perbedaan itu tidak selalu berarti kita harus saling menjauh.

Sebaliknya, kita dapat belajar dan saling melengkapi satu sama lain. Kita dapat menghargai perbedaan yang ada, dan memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan dan kontribusi yang berbeda.

 

Ketika matahari terbit, malam berakhir, dan ketika matahari terbenam, malam datang. Begitu pula dengan hubungan kita, terkadang kita bersama-sama, dan terkadang kita harus menjalani waktu sendiri-sendiri. Namun, itu bukan berarti kita tidak dapat menjalin ikatan yang kuat dan bermakna.

 

Perjalanan hidup kita seringkali penuh dengan dinamika dan kejutan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin, pada suatu waktu, jalan kita akan bersatu dan kita akan menemukan kesamaan yang tak terduga. Atau mungkin kita akan belajar banyak dari perbedaan kita dan tumbuh menjadi individu yang lebih baik.

 

Dalam kehidupan ini, tidak ada yang pasti. Yang kita bisa lakukan adalah menerima perbedaan, menghormati ruang dan waktu yang kita butuhkan, dan mencoba untuk tetap terbuka terhadap peluang baru. Terkadang, ketidakmungkinan adalah panggilan untuk berani bermimpi dan mengubah kenyataan.

 

Jadi, aku dan kamu bagaikan surat Yasin ayat 40, mungkin memiliki perbedaan yang tak teratasi. Namun, mari kita tidak menutup diri terhadap kemungkinan dan melihat bahwa perbedaan itu juga dapat menjadi sumber kekuatan dan keindahan dalam hubungan kita.

Kita dapat belajar bersama, tumbuh bersama, dan membangun ikatan yang kokoh di tengah perbedaan yang ada. Kita bisa menjadi bukti bahwa dalam kehidupan ini, tidak ada yang benar-benar tak mungkin, asalkan kita berani mencoba.

Baca Juga: Ayat Laqod Jaakum Rosulum Min Anfusikum

Monday, March 6, 2023

Penjelasan Arti Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar

Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar

subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar
Dzikir Tasbih sumber: https://nahwu.id
Zikir kalimah Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar adalah kalimat yang sangat familiar bagi umat Muslim di seluruh dunia. Kalimat ini sering diucapkan dalam berbagai kesempatan, mulai dari saat bangun tidur, setelah sholat hingga menjelang tidur malam.

Masing-masing dari empat frasa tersebut memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan seorang Muslim. "Subhanallah" artinya adalah "Maha Suci Allah", dan sering digunakan sebagai ungkapan kekaguman atas kebesaran Allah SWT dalam segala hal. Ketika kita melihat keindahan alam, atau melihat keberhasilan orang lain, mengucapkan "Subhanallah" adalah cara untuk mengakui kebesaran dan keindahan ciptaan-Nya.

Sementara itu, "Alhamdulillah" artinya adalah "Segala puji hanya milik Allah", dan sering digunakan sebagai ucapan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Ketika kita mendapatkan rezeki atau mengalami kesuksesan dalam hidup, mengucapkan "Alhamdulillah" adalah cara untuk mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah karunia Allah SWT.

Lalu frasa, "La ilaha illallah" artinya "Tidak ada tuhan selain Allah", dan sering digunakan sebagai pengakuan iman seorang Muslim terhadap keesaan Allah SWT. Mengucapkan kalimat ini adalah cara untuk mengingatkan diri kita bahwa tidak ada dzat yang pantas dan patut disembah kecuali Allah. Sehingga tidak ada yang lebih penting di dunia ini selain mencari keridhaan Allah SWT.

Dan terakhir, "Allahu akbar" artinya "Allah Mahabesar", dan sering digunakan sebagai ungkapan kekaguman terhadap kebesaran Allah SWT. Ketika kita melihat keajaiban alam atau menghadapi situasi yang sulit dalam hidup, mengucapkan "Allahu akbar" adalah cara untuk mengakui kekuatan dan kebesaran Allah SWT dalam membantu kita

Jadi, Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar artinya Maha Suci Allah dan Segala puji hanya milik Allah dan Tidak ada tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar. Kalimah ini dalam bahasa Arab tertulis:

‌سُبْحانَ ‌اللَّهِ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إلَهَ إلاَّ الله، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Dalam kesimpulannya, Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar ini memiliki makna yang mendalam dan penting bagi kehidupan seorang Muslim. Dengan mengucapkannya dengan ikhlas dan penuh penghormatan, kita dapat merasakan kehadiran Allah SWT dalam kehidupan kita dan menghargai kebesaran-Nya. Mari kita selalu mengucapkan keempat kalimat tersebut dengan hati yang tulus dan ikhlas, sebagai ungkapan kecintaan dan penghormatan kepada Allah SWT.

Saturday, March 4, 2023

Kandungan Surat Ar Rahman Ayat 33 Beserta Artinya

Surat ar-Rahman Ayat 33 Beserta artinya

Buat kamu yang suka membaca Al Quran, pasti sudah tidak asing dengan surat Ar Rahman ayat 33 beserta artinya. Di sini Allah SWT mengingatkan kita, kelompok jin dan manusia, bahwa tidak ada kekuatan yang bisa kita miliki kecuali hanya dari-Nya. Apapun yang kita rencanakan, apapun yang kita lakukan, semuanya bergantung pada izin dan kehendak Allah SWT.

Nah untuk lebih jelas pembahasan ar rahman ayat 33 memberikan informasi tentang apa sih? Dan seperti apa bunyi bacaanya. Simak tulisan ini, ya gaess.

 

Surat Ar Rahman Ayat 33 Beserta Artinya

Sebelum jauh membahas kandungan Surat Ar Rahman Ayat 33, yuk simak dulu bunyi dan bacaar dari Surat Ar Rahman ayat 33 beserta artinya yang diambil dari sumber Kementrian Agama RI.


Surat Ar Rahman Ayat 33 Beserta Artinya
Surat Ar Rahman Ayat 33 Beserta Artinya

Mengutip dari Kemenag, Surat Ar Rahman ayat 33 beserta artinya sebagai berikut:

 

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ


Ini lho, tulisan latin Ar Rahman ayat 33 yang sesuai EYD Yâ ma‘syaral-jinni wal-insi inistatha‘tum an tanfudzû min aqthâris-samâwâti wal-ardli fanfudzû, lâ tanfudzûna illâ bisulthân

Melansir situs terjemahan dari kemenag, artinya Surat Ar Rahman ayat 33: Hai kelompok jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Kalian tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (Allah).

Kandungan Ar Rahman Ayat 33

Surat ar rahman ayat 33 memberikan informasi tentang kekuasaan Allah dan tanggung jawab. Kandungan ini bisa diketahui dari Surat Ar Rahman Ayat 33 Beserta Artinya di atas.

Bahkan dalam ayat ini, Allah SWT meminta kita untuk menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi jika memang sanggup. Tapi jangan salah, hanya dengan kekuatan-Nya kita bisa melakukannya. Kita tidak akan mampu menembusnya tanpa izin-Nya.

Di sini juga Allah SWT mengingatkan kita bahwa tidak ada mahluk yang bisa lari atau lepas dari pertanggung jawaban atas amal yang telah dilakukan. Setiap perbuatan yang kita lakukan akan dimintai pertanggung jawaban oleh-Nya kelak di akhirat. Oleh karena itu, mari kita selalu berusaha melakukan yang terbaik dan selalu berdoa agar diberi kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah hidup kita.

Tapi, ada satu hal yang perlu diingat. Ada pendapat yang mengatakan bahwa ‘an tanfudzu’ dalam ayat ini bisa diartikan sebagai bukti ayat sains dalam Al Quran tentang jin dan manusia yang mampu keluar angkasa. Namun, pendapat ini dianggap tidak relevan dengan konteks surat Ar Rahman secara keseluruhan.

Surat Ar Rahman lebih mengarahkan kita untuk merenungkan tentang kebesaran Allah SWT dan anugerah-Nya yang melimpah. Dalam surat ini, Allah SWT memperlihatkan banyak sekali nikmat yang telah diberikan-Nya pada kita, mulai dari nikmat mata, telinga, lidah, dan banyak lagi. Namun, di akhir surat, Allah SWT juga memberikan ancaman bagi orang yang mengkufuri nikmat-Nya.

Jadi, mari kita selalu ingat bahwa tidak ada kekuatan yang bisa kita miliki kecuali hanya dari Allah SWT. Mari kita selalu berusaha untuk menjadi hamba-Nya yang taat dan selalu berdoa sesuai dengan kandungan Surat ar rahman ayat 33 menjelaskan tentang amal ini, tentu usaha dan doa ini agar diberi kemudahan dalam setiap langkah hidup kita. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, ya!


Sunday, February 26, 2023

Hikmah Surat At Taubah Ayat 105 Dan Penerapannya

Hikmah dari surat At-Taubah ayat 105

Ayat yang dimulai dengan bacaan wakuli malu amalakum wa rasuluhu al mu'minun ini memiliki beberapa hikmah. Hikmah yang dapat diambil dari Surat At Taubah Ayat 105 adalah tentang pentingnya beramal dengan melakukan sesuatu dengan kesungguhan, serta keyakinan bahwa Allah akan membalas setiap amal yang telah dilakukan.

Hikmah Surat At Taubah Ayat 105

Ayat 105 tersebut juga menegaskan bahwa pada akhirnya, semua manusia akan kembali kepada Allah dan dipertanggungjawabkan atas segala amal yang telah dilakukan di dunia.

Jelasnya, hikmah Surat at Taubah ayat 105 adalah untuk mengingatkan manusia agar selalu berusaha untuk berbuat baik dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Kita harus selalu berikhtiyar, berusaha untuk memperbaiki diri dan melakukan perbuatan yang baik sesuai ajran Islam, karena Allah akan membalas setiap amal yang telah dilakukan.

Hikmah Surat at Taubah ayat 105 ini juga menekankan kita bahwa pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah dan dipertanggungjawabkan atas segala amal yang telah dilakukan di dunia, sehingga kita harus selalu berusaha untuk melakukan amal yang baik dan menghindari segala bentuk dosa dan kesalahan.

Jadi, dalam surat at-taubah ayat 105 terdapat perintah untuk beramal sesuai dengan perintah Allah. Hal ini dikarenakan, setiap amal atau perbuatan diketahui oleh Allah dan Rasul-Nya.

Penerapan Hikmah Surat At Taubah Ayat 105 Dalam Keseharian

Penerapan dari hikmah surat At-Taubah ayat 105 dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan selalu berusaha untuk melakukan amal yang baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Kita harus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan bekerja dengan sungguh-sungguh serta penuh keikhlasan.

Selain itu, hikmah Surat at Taubah ayat 105 yang bisa kita terapkan adalah senantiasa menghindari segala bentuk dosa dan kesalahan, serta mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan demikian, kita dapat hidup dalam keberkahan dan mendapatkan balasan dari Allah SWT di dunia dan di akhirat kelak, Surah Al-Waqi'ah 35-38 tentang balasan di surga.

Penerapan lain dari hikmah Surat at Taubah ayat 105 yaitu dengan selalu mengingat bahwa setiap amal yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus selalu berbuat baik dan menghindari segala bentuk kejahatan dan dosa, karena Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala amal perbuatan kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus selalu berdoa dan memohon petunjuk serta pertolongan dari Allah SWT agar dapat menjalani hidup dengan baik dan sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan di surga di hari nanti.

Jadi, secara kesimpulan bahwa Surat At-Taubah ayat 105 menjelaskan tentang amal dan balasannya. Dengan demikian, maka mari kita terus berusaha, berikhtiyar melakukan hal-hal yang baik menurut syariat Islam supaya kelak mendapatkan balasan surga. Aamiin.

Sumber: nahwu.id

Thursday, February 16, 2023

Penjelasan Ayat Laqod Jaakum Rosulum Min Anfusikum Arab, Latin dan Artinya

 

Ayat Laqod Jaakum Rosulum Min Anfusikum

ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum

Ayat laqod jaakum merupakan bagian dari surat at-Taubah. Surat Attaubah adalah surat dengan urutan kesembilan dalam mushaf. Sementara ayat laqod jaakum sendiri merupakan ayat yang ke-128 dari surat tersebut.


Bacaan ayat laqod jaakum ini cukup akrab di telinga kaum muslimin. Di mana, salah satunya digunakan dalam pembukaan acara Maulid Rasul. Sebuah acara sebagai ekspresi wujud rasa bahagia atas kelahiran Rosulullah Saw.


Bagaimana tidak, sebagaimana tercermin dalam ayat tersebut, Nabi Muhammad adalah sosok yang penuh cinta dan kasih sayang. Kasih sayangnya bukan hanya kepada umatnya yang beriman, tapi juga kepada kaum mereka secara khusus (sebagaimana dalam teks ayat) juga kepada umat manusia seluruhnya.


Penjelasan Ayat Laqod Jaakum Rosulum Min Anfusikum


Ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum latin lengkapnya tertulis dengan bacaan lakodja akum rosulum min anfusikum azizun alaihi ma anittum harisun alaikum bil mukminina roufurrahim dalam teks arab sebagai berikut:


لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ [٩:١٢٨]

 

Surat at Taubah ayat 128 jika diterjemahkan per kata menjadi, arti laqod jaakum sungguh telah datang kepada kalian. Rosulum min anfusikum artinya seorang Rasul (utusan) dari kaummu sendiri. Azizun alaihi ma anittum artinya: sesuatu yang kalian derita terasa berat olehnya (rasul).

Kemudia ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum ini diteruskan oleh sifat-sifat Nabi Muhammad Saw yang penuh kasih sayang terhadap umatnya. Kasih sayang Nabi tercermin dalam surat laqod jaakum ini dengan ungkapan, ‘harisun alaikum’ artinya begitu menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian. Rasa sayang nabi itu ditujukan kepada orang Mekah yang belum beriman.

Sementara terhadap mukmin, kasih dan sayang Nabi dikuatkan dengan sifat Rouf. Roufurrahim artinya sangat belas kasihan dan juga penyayang.

--

Tag terkait: "ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum arab, ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum latin, ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum artinya, laqod jaakum surat apa, laqod jaakum rosulum min anfusikum azizun alaihi artinya"

--

Menukil pendapat KH. Musthofa Bisri atau yang biasa dipanggil Gus Mus. Bahwa ciri-ciri pewaris nabi (baca: ulama) adalah mereka yang senantiasa mencurahkan perhatian kepada ummat dengan penuh rohmah (kasih sayang).

Kekhwatiran beliau sangat berdasar. Sebab, akhir-akhir ini ada sebagian ‘ulama’ yang justru bergantung hidup dari umatnya. Ada juga beberapa yang memperlakukan umatnya bukan dengan jalan rahmah sebagaimana kandungan dari ayat laqod jaakum rosulum min anfusikum tersebut.

Ayat kasih sayang sudah difirmankan-Nya. Ayat ahwal kasih sayang sudah dipraktekkan Rasul-Nya. Tinggal bagaimana kita terus berusaha mengamalkannya sesuai kadar tingkatannya.

Usaha dan amal kita akan diperlihatkan oleh Allah. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Ini senada dengan penjelasan Surat At Taubah Ayat 105 yaitu ayat tentang amal dan balasan. 

Jika belum bisa berbuat rahmah, maka setidaknya tidak menebarkan kebencian dan permusuhan. Karena Rasul adalah rahmatan lil alamin. Dan penghuni alam bukan hanya orang-orang muslim.

YouTube ...